

M. Yunus Sudirman, Ketua Tim Dosen, bersama Ekajayanti Kining dan Muh. Achyar Ardat, sukses memberikan pelatihan pengolahan limbah ini melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemendikbudristek 2024. Mereka berkolaborasi dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) “Kopi Baredok” untuk menghadirkan solusi alternatif bagi petani kopi di Enrekang.
“Kami menggunakan teknologi fermentasi cendawan Trichoderma dan Aspergillus niger untuk mengubah limbah ini menjadi pakan fermentasi alternatif berkualitas. Dengan cara ini, limbah yang dulunya terbuang bisa menjadi sumber pakan yang ekonomis dan ramah lingkungan,” ujar Yunus.
Respon dari masyarakat sangat positif. Tidak hanya pelatihan teknis yang diberikan, tetapi juga pendekatan konseling yang membantu petani menghadapi tantangan secara psikologis.

Pakan fermentasi yang diuji coba langsung pada ternak menunjukkan hasil yang memuaskan. Tingkat penerimaan ternak terhadap pakan kulit kopi fermentasi ini sangat baik, menjadikannya solusi potensial untuk musim kemarau.
Ke depannya, tim ini berencana memperluas program dan mengembangkan model bisnis koperasi petani untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari limbah kulit kopi ini.
“Inovasi ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” tutup Yunus. (*)

Tidak ada komentar