x

Jemaah Haji Soppeng Tiba, Cantik dan Sehat

waktu baca 2 menit
Minggu, 15 Jun 2025 19:46 0 620 Revan Darwis

SOPPENG, kilatutama.com — Gelombang bahagia menyelimuti Kabupaten Soppeng, Minggu pagi, saat 275 jemaah haji asal daerah itu akhirnya kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan bugar. Raut wajah cerah dan senyum yang merekah seakan menggambarkan kelegaan sekaligus rasa syukur usai menunaikan rukun Islam kelima.

Kedatangan para jemaah tak hanya disambut sanak keluarga yang sejak subuh memadati lokasi penyambutan, tetapi juga oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng. Suasana haru dan bahagia pun tak terbendung. Tangis bahagia, pelukan, hingga sujud syukur mengiringi momen kepulangan yang sarat makna itu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Soppeng, H. Muhammad Yunus, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah haji dari kloter 5 embarkasi Makassar tiba dalam keadaan sehat tanpa ada yang tertinggal atau mengalami kendala serius.

“Alhamdulillah, semua kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Kita sangat bersyukur. Proses pemulangan berjalan lancar, dan kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah membantu kelancaran ibadah hingga kepulangan mereka,” ungkapnya.

Yang menarik, banyak yang menyoroti penampilan sejumlah jemaah perempuan yang dinilai makin memesona setelah berhaji. Beberapa di antaranya tampil segar, anggun, dan bersemangat saat turun dari kendaraan. Sorotan ini bahkan viral di sejumlah grup media sosial lokal, menyebut para ibu jemaah haji “makin cantik dan adem dilihat.”

Menurut salah satu petugas kesehatan kloter, kondisi prima para jemaah tak lepas dari kedisiplinan mereka selama menjalani ibadah di Tanah Suci. “Dari awal hingga akhir, jemaah kita sangat tertib dalam mengatur waktu istirahat dan asupan makan. Itu kunci stamina mereka tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Soppeng yang turut hadir menyambut kedatangan jemaah, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan mereka. Ia berharap semangat spiritual yang diperoleh dari ibadah haji dapat dibawa pulang dan ditularkan ke masyarakat sekitar.

“Ibadah haji bukan sekadar ritual, tapi transformasi jiwa. Saya berharap para jemaah menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Pulangnya jemaah haji ini menjadi momen yang tidak hanya religius, tapi juga sosial dan emosional. Di tengah riuh dunia yang kadang membuat letih, kepulangan mereka menghadirkan harapan, ketenangan, dan teladan hidup yang damai. Cantik bukan hanya soal rupa, tapi juga hati yang bersih usai kembali dari Baitullah.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x