x

EMC ESA Bahas Common Error hingga Pronunciation Bahasa Inggris

waktu baca 2 menit
Minggu, 17 Mei 2026 19:12 0 12 Tipoe Sultan

SIDRAP, Kilatutama.com — Kegiatan English Meeting Club (EMC) bertema “English Error Hunter” sukses digelar pada 17 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di gedung FKIP UMS Rappang ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pengurus ESA.

Kegiatan ini menjadi wadah edukatif dan interaktif bagi peserta untuk memahami berbagai kesalahan umum dalam penggunaan Bahasa Inggris, baik dalam keterampilan berbicara (speaking) maupun menulis (writing).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai common errors in English, kesalahan pengucapan (pronunciation) seperti penggunaan silent letters, hingga pentingnya memahami fonetik agar mampu melafalkan kata-kata Bahasa Inggris dengan tepat.

Kesalahan dalam penggunaan Bahasa Inggris kerap terjadi akibat kebiasaan menerjemahkan secara langsung (direct translation), perbedaan struktur tata bahasa antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, pengaruh bahasa ibu (mother tongue), serta minimnya lingkungan yang mendukung
Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Peserta diberi kesempatan untuk mengidentifikasi, memperbaiki, serta mendiskusikan berbagai bentuk kesalahan Bahasa Inggris yang sering ditemui dalam praktik komunikasi sehari-hari.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Sam Hermansyah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, EMC menjadi salah satu sarana penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya penggunaan Bahasa Inggris yang baik dan benar, baik dalam konteks akademik maupun komunikasi sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap mahasiswa tidak takut melakukan kesalahan, tetapi mampu belajar dari kesalahan tersebut untuk menjadi pengguna Bahasa Inggris yang lebih baik, aktif, dan percaya diri,” ujar Dr. Sam Hermansyah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa semakin percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan memahami dan memperbaiki kesalahan berbahasa merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x