x

Berakhir di Tangan Polisi: Aksi Nekat Kakek 75 Tahun Curi Tabung Gas di Enrekang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 26 Apr 2025 20:47 0 147 Revan Darwis

ENREKANG, kilatutama.com – Senja belum benar-benar turun saat bau kecurigaan mulai menguar di Jalan Industri Talaga, Kelurahan Juppandang, Enrekang, Kamis kemarin. Dua tabung gas elpiji 3 kilogram lenyap dari gudang kios seorang warga. Kabar kehilangan itu seolah membangunkan kembali keresahan lama: pencurian tabung gas yang makin sering terjadi.

Tak mau membiarkan keresahan tumbuh, Satreskrim Polres Enrekang di bawah pimpinan Iptu Herman, S.H., langsung bergerak cepat. TKP disisir. Petunjuk dikumpulkan. Potongan-potongan kecil keterangan perlahan membentuk satu nama, satu sosok.

Sabtu (26/4/2025), langkah itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi mengamankan seorang pria lanjut usia berinisial DL, 75 tahun, warga Kelurahan Galonta, Enrekang. Usia senja tak cukup menjadi tameng bagi DL di hadapan hukum.

“Pelaku sudah kita amankan. Ia terbukti melakukan pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram,” ungkap Kasi Humas Polres Enrekang kepada awak media.

Hasil pemeriksaan membuka fakta lain yang mengiris. Dalam pengakuannya, DL mengaku sudah dua kali beraksi selama bulan April ini, selalu dengan sasaran yang sama: tabung gas 3 kilogram.

Bagi banyak warga, tabung gas ini bukan sekadar barang; ia adalah denyut nadi dapur, penghidupan sehari-hari. Dan kehilangan itu, sekecil apa pun, berarti banyak.

Pihak Satreskrim Polres Enrekang belum berhenti di situ. Penyelidikan terus berlanjut, menelusuri kemungkinan adanya tempat kejadian lain atau pelaku tambahan yang terlibat dalam jaringan kecil pencurian ini.

Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan, tak ada ruang bagi kejahatan, berapa pun nilainya. “Setiap laporan masyarakat menjadi prioritas. Kami berkomitmen menjaga rasa aman di tengah warga,” pungkas Kasi Humas.

Sementara itu, bagi DL, jalan pulang dari penyesalan mungkin terasa jauh. Ia kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum, dan mungkin, di depan nuraninya sendiri.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x