

SIDRAP, kilatutama.com – Suasana berbeda tampak di Villa milik H. Zulkifli Zain (H. Pilli) di Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Minggu (6/7/2025). Pekarangan yang biasanya tenang itu, kali ini ramai dipenuhi ratusan pecinta pertanian dan tanaman buah dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan dan luar daerah.
Mereka hadir dalam rangka Silaturahmi Akbar memperingati Milad ke-7 Komunitas Sulsel Berkebun, sebuah komunitas yang selama ini menjadi ruang berbagi ilmu dan semangat bagi penggiat tanaman buah dan budidaya hortikultura.
Acara ini dikemas sederhana namun penuh makna. Puluhan booth pameran berdiri rapi menampilkan hasil budidaya tanaman, mulai dari bibit alpukat, kelengkeng, pupuk organik, hingga teknologi pertanian sederhana untuk skala rumah tangga.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sidrap, Hj. Nurkanaah, yang mewakili Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, karena pada saat bersamaan harus menyapa para petani di desa terpencil Kecamatan Pitu Riase dalam agenda yang tak kalah penting.
Turut hadir pula Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rachmat, serta sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidrap, yang memberikan dukungan moril dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
Tampil sebagai narasumber utama adalah Agus Joko Susilo, pakar alpukat dan kelengkeng asal Kediri. Ia memberikan edukasi teknis seputar pemilihan bibit unggul dan strategi panen berkelanjutan yang cocok untuk agroklimat di Sulawesi Selatan.
Suasana semakin hangat dengan hadirnya musisi nasional Fadly Padi yang kini juga dikenal sebagai petani buah. Dalam bincang singkatnya, Fadly menceritakan proses peralihannya dari dunia panggung ke dunia tanam-menanam. “Ini bukan sekadar hobi, tapi cara hidup,” ujarnya.
Selain memperkaya wawasan, para peserta juga disuguhi pengalaman menyenangkan dengan menikmati suasana seperti di kebun mini yang disusun di seluruh sudut villa. Mereka bisa melihat langsung tanaman buah dalam pot, sistem tanam mandiri, dan sharing langsung antaranggota komunitas.
Kegiatan semakin lengkap dengan sajian kuliner khas Sidrap, mulai dari nasu palekko itik hingga ikan bakar nila yang disiapkan langsung oleh tuan rumah. Jamuan tersebut menjadi simbol keramahan sekaligus penghormatan terhadap tamu-tamu yang hadir dari jauh.
Ketua Komunitas Sulsel Berkebun, Ibrahim Tally, menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan luar biasa dari H. Pilli dan seluruh panitia.
“Pak Haji Pilli ini luar biasa,” ucapnya singkat.
Silaturahmi ini membuktikan bahwa semangat berkebun bisa menyatukan banyak orang lintas usia dan latar belakang. Tak hanya soal menanam, tetapi juga merawat pertemanan dan ilmu yang terus tumbuh.
Di dunia yang makin digital dan terburu-buru,
berkebun menjadi cara paling manusiawi untuk tetap waras.
Dan Villa H. Pilli hari itu membuktikan:
Bahwa berkebun bukan hanya mungkin.
Tapi sangat mungkin.
Karena tangan-tangan kita, masih bisa.
Karena tanah ini, masih sudi. (*)




Tidak ada komentar