
ENREKANG, kilatutama.com — Ada yang berbeda di Enrekang pada awal pekan ini. Di pelataran Patung Sapi yang biasa ramai oleh kendaraan lintas kabupaten, kini tenda-tenda pasar murah berdiri rapi. Warga datang silih berganti, membawa kantong belanja dan senyum lega.

Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di tiga kecamatan — Enrekang, Anggeraja, dan Baroko — sebagai bagian dari aksi kolektif 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk menyambut Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke-356.
Kegiatan yang digelar Senin, 13 Oktober 2025 itu berlangsung bersamaan dengan arahan Gubernur Sulsel Andi Amran Sulaiman, yang memimpin kegiatan secara live dari Makassar. Melalui tema “Maju dan Berkarakter serta Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan”, Amran menegaskan bahwa kekuatan sebuah daerah terletak pada kemandiriannya dalam pangan.
“Sulawesi Selatan harus menjadi provinsi yang tangguh secara pangan. Kita punya sumber daya besar dari pertanian dan peternakan, tinggal bagaimana memastikan rantai pasoknya berjalan dan harga tetap stabil,” ujarnya tegas.
14 Ton Beras, Ribuan Senyum
Di Enrekang, GPM tidak sekadar seremoni. Sebanyak 14 ton beras SPHP didistribusikan ke tiga wilayah: 1 ton untuk Kecamatan Enrekang, 6 ton untuk Anggeraja, dan 7 ton untuk Baroko.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, drg. Hj. Sri Siswaty Zainal, M.Adm.Kes, yang juga mantan Direktur RS Puang Sabbe, mengatakan kegiatan ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya lewat kebijakan di atas kertas.
“Kami memilih pelataran Patung Sapi untuk Kecamatan Enrekang karena mudah dijangkau warga. GPM ini bukan hanya tentang beras, tapi tentang rasa aman masyarakat terhadap ketersediaan pangan,” ujar drg. Sri.
Selain beras medium SPHP, warga juga bisa mendapatkan minyak goreng, gula, tepung, telur, madu, dan aneka hasil pertanian lokal dengan harga yang jauh di bawah pasaran. Di Anggeraja, kegiatan dipusatkan di Desa Saruran dan Saludewata, sementara di Baroko berlangsung di Desa Baroko, Tongko, dan Benteng Alla Utara.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari Gerakan Pemda Menyapa Desa, di mana pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terasa nyata.
Gotong Royong Pangan dan Kepemimpinan yang Membumi
Di balik kesederhanaan pasar murah itu, ada nilai sosial yang besar. Kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Sidrap, dan ibu-ibu PKK menjadi bukti bahwa menjaga stabilitas pangan adalah kerja bersama, bukan semata tugas pemerintah.
Hadir pula sejumlah pejabat penting seperti Bupati Enrekang Ratnawati Muchlis, Plt. Sekda Zulkarnain Kara, Kadis Kominfo Burhanuddin, serta Ketua Baznas Enrekang Drh. H. Junwar, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan ini.
Plt. Kadis Ketahanan Pangan mengajak seluruh warga untuk ikut meramaikan kegiatan ini:
“GPM ini untuk semua kalangan. Mari kita sambut Hari Jadi Sulsel ke-356 dengan langkah sederhana namun bermakna—memenuhi kebutuhan pangan rakyat dengan harga terjangkau.”
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Enrekang tak hanya menstabilkan harga bahan pokok, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Sebuah pesan kuat bahwa pembangunan tak melulu soal infrastruktur, tapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan di meja makan rakyatnya. (ZF)

Tidak ada komentar